Langsung ke konten utama

Tahun Kedua, Terima Kasih The Super Knightwriter!

Penat rasanya badan ini. Setelah dua hari satu malam jadi anak pantai, sekarang saatnya istirahat nyenyak dan hangat. Tapi sebelumnya, ada beberapa hal yang mau saya ungkapkan hari ini....


Petama, saya ingin mengucap syukur pada Tuhan yang telah mengizinkan saya tetap berada di KapanLagi.com hingga tahun kedua. Sejak 7 Juli 2011, saya selalu bersyukur untuk yang satu ini.

Sudah tak perlu saya sebutkan lagi, siapa saja yang berperan sangat penting dalam awal karir saya di tempat ini. Tentu dua nama ini ada di urutan pertama, Mbak Aik Nengbiker dan Fajar McXoem.

Cerita tahun lalu: 365 Hari Bersama Superteam Knightwriters


Maaf beribu maaf jika hingga detik ini saya belum bisa memberi sesuatu yang spesial untuk kalian berdua. Semoga saya masih diberi kesempatan untuk membalas kebaikan kalian.

Untuk Adhib, 10 tahun bukan waktu yang pendek untuk kita bersahabat. Terima kasih sudah 'kembali' jadi sahabat yang super duper baik, di dalam dan di luar kantor selama setahun belakangan. ;)

Untuk Mbak Rita, Mbak Boo, dan Mae. Terima kasih untuk kesempatan dan kepercayaan yang diberikan, hingga saya bisa jadi team leader di tahun kedua saya bekerja sebagai editor.

Sebagai team leader, saya tahu hasil kerja saya belum maksimal. Masih banyak sekali hal yang terlewatkan dan luput dari perhatian saya. Tapi saja janji akan selalu berusaha memberi yang terbaik.

Dan kalian, Ratih, Riris, Arai, terima kasih sudah tumbuh bersama dan berbagi suka duka sejak dari ruang besar dengan AC yang bosan hidup, sampai akhirnya ketemu lagi di ruang editor.

Para senior, Eka, Fajar, Fendi, Pak Dar, juga teman-teman yang lain, Rena, Rizma, Abbas, Ule, Kidung, Lila, Linda, Natalie, Siwi, terima kasih sudah menjadi rekan kerja yang super selama ini.

Buat Boni, terima kasih untuk selalu jadi tempat curhat yang nggak memanjakan, dan justru menguatkan. Terima kasih untuk selalu mendengar keluh kesah saya yang kadang juga nggak penting. :D

Teman-teman yang lain, yang berada dalam satu atap setiap harinya, tidak dapat saya sebut satu per satu di sini. Tapi bukan berarti kalian terlupakan. Terima kasih juga untuk kalian.

Hari ini saya senang sekali. Saya bangga bisa menjadi bagian dari The Super Knightwriter yang, menurut saya pribadi, berisi orang-orang berkualitas. Dan saya berharap kita bisa semakin lebih baik.

Last, thanks anyway untuk liburan akhir pekan yang menyenangkan di Pantai Goa Cina dua hari ini. Semoga kita semakin mengerti satu sama lain, dan nggak ada iri atau benci.

Tim 'Enter Wind Hard' :))

Baiklah... Sekarang, mari kita tidur, dan bangun besok pagi yang cerah, untuk bekerja lagi! ^^

Komentar

wulan novi mengatakan…
itu aku, sing ayu dewe pake kaos arema iku aku \(^^)/ - ini komen penting, jangan dihapus!
Rena Rena mengatakan…
Opo iku, gaknok fotoku -______-
kidungbelang mengatakan…
Terima kasih juga mbak Na :")

Postingan populer dari blog ini

Ada yang Harus Dikorbankan dalam Tiap Pilihan, Goodbye (Again) KapanLagi Youniverse

Memutuskan untuk resign di tengah semangat yang masih super membara untuk bekerja, rasanya sedih. Sangat sedih. Namun kesedihan itu setara besarnya dengan keinginan untuk bisa punya anak. Dan kegalauan yang berkecamuk di dada ini sungguh bikin sesak, meski keputusan sudah diambil.
Ya, jika ingin proses kehamilan ini atau yang selanjutnya nanti lancar, saya diwajibkan untuk bedrest. Totally bedrest. Tak ada tawar-menawar untuk hal ini. Pilihannya hanya dua: tetap bekerja dan akan terulang lagi kehilangan-kehilangan lain, atau fokus mempersiapkan diri untuk punya anak.
Bukan tanpa alasan saya masih punya keinginan untuk bisa bekerja seperti biasa. Saya adalah tulang punggung keluarga bapak dan nenek. Satu-satunya yang bisa berdiri paling tegak saat harus menopang apapun di rumah. Saya juga masih ingin bisa membantu sekolah adik sampai kelar.
Namun... Mama mertua saya bilang, materi bisa dicari dengan berbagai cara selain harus ngantor setiap hari. Akan ada nanti rezeki dari lubang-luba…

Wahai Employee! Jangan Resah Akan Tambahan Jobdesc dan Gaji yang Segitu-Gitu Melulu

Pernah ada masanya, saya benar-benar tak suka dengan ide 'Employee of The Month', 'The Best Employee', atau apalah itu namanya. Sebagai poseur, saya pun mengonsumsi (mentah-mentah) literasi kiri dan perlawanan. Dari yang pernah saya baca, ada yang mengatakan bahwa saat seseorang menjadi karyawan terbaik di tempat kerjanya, maka dinobatkanlah pula dia sebagai orang yang paling 'babu' dan gampang disetirnya. Saya pernah mengamini itu, dan merasa miris, kasihan, jika ada teman yang dapat penghargaan semacam yang saya sebut di atas.
Pernah ada masanya, saya ikut menyuarakan keresahan hati para employee lewat banyak media, termasuk media sosial yang pastinya bisa dibaca khalayak ramai. Soal kerjaan yang makin ditambah, tapi gaji segitu-gitu saja. Soal boss yang seenaknya perintah sana-sini, sedangkan dia (kelihatannya) jalan-jalan melulu. Soal buruknya management perusahaan yang (rasanya) merugikan pekerja level staff lapis bawah. Sedikit kesalahan mereka yang menc…

Bukan Quarter Life Crisis, Drama Saya Justru Dimulai di 30

Bicara soal quarter life crisis, mungkin saya termasuk dalam barisan orang-orang yang tak sempat mengalaminya. Saya pertama kali bekerja saat usia menginjak 19 tahun. Gaji 300 ribu di tahun 2003 sudah bisa mencukupi biaya kos, katering harian, dan kirim uang untuk belanja bulanan di rumah nenek. Yap! Titik balik hidup saya berada di masa remaja yang seharusnya masa paling indah. Kakek meninggal setahun pasca pensiun, sehingga kebutuhan kami selama beberapa tahun bergantung pada tabungan sisa penjualan rumah besar yang sudah dibelikan rumah kecil. Usia 25 bukan lagi berisi kegalauan kapan lulus kuliah, karena saya menyelesaikan D2 setengah tahun lebih cepat dari mahasiswa lainnya. Usia 25 juga bukan momen di mana keluarga resah bertanya kapan saya akan menikah, karena di tahun itu saya sudah punya bocah kecil berusia 3 tahun. Usia 25 sudah jadi waktu-waktu yang biasa saja bagi saya. Pagi mengejar matahari untuk bikin film sablonan, siang menata papan-papan dan menempelkan kaos di atasny…